Kamis, 17 Januari 2013

Makalah Rumput Laut

BAB I

PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN

   1.1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga wilayah negaranya adalah laut dan lautan dengan 13.667 buah pulau besar maupun kecil, serta mempunyai garis pantai terpanjang di dunia, yaitu kurang lebih 80.791,42 km. Selain itu, kekayaan alam di dalamnya pun luar biasa banyaknya, terutama dengan keanekaragaman jenis hewan (fauna), tumbuh-tumbuhan (flora), serta bahan tambang dan mineral. Apalagi tingkat pencemaran laut indonesia relatif kecil, yaitu hanya sekitar 0,2 persen bila dibandingkan dengan pencemaran laut yang terjadi diseluruh dunia.

Tetapi sangat disayangkan, potensi laut Indonesia yang sedemikian baiknya kurang dimanfaatkan secara optimal serta tidak diimbangi pula dengan usaha pengembangan lebih lanjut. Sampai sejauh ini, sebagian besar petani ikan (nelayan) hanya melakukan kegiatan pemungutan hasil laut saja tanpa adanya usaha-usaha pengembangan. Namun demikian, ada juga sebagian kecil yang sudah mulai dikembangkan, seperti pembudidayaan beberapa jenis ikan, udang, dan rumput laut. Saat ini yang sedang banyak dikembangkan di Indonesia adalah pembudidayaan rumput laut. Bahkan di beberapa daerah sudah dilakukan secara besar-besaran. Contohnya, di teluk Jakarta, bahkan di propinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah pesisir Takala, Bulukumba, dan Maros, areal budidaya rumput laut  lebih  kurang  seluas 775 Ha dengan hasil sekali panen  lebih  kurang 170 ton.

Rumput laut (sea weed) merupakan hasil perikanan yang bukan berupa ikan, tetapi berupa tanaman. Usaha budidaya ini mengingat potensi rumput laut sebagai salah satu komoditas ekspor nonmigas ternyata mempunyai prospek ekonomi yang cukup cerah.

1.2. Rumusan Masalah

  1. Apa itu rumput laut ?
  2. Dimana habitat rumput laut ?
  3. Klasifikasi dari rumput laut ?
  4. Manfaat rumput laut ?

1.3. Tujuan

Tujuan  mengenal  Rumput Laut adalah agar dapat memahami dengan baik tentang rumput laut dan dapat membuka inspirasi bagi pembaca dalam memanfaatkan rumput laut sebaik mungkin
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Manfaat Rumput Laut

Rumput laut digunakan sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual. Di Cina, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. Tingginya tingkat konsumsi rumput laut berhubungan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita di negara tersebut. Hal itu disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal bebas. Rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini (Sutomo, 2006).

2.2. Kandungan Gizi Rumput Laut

Rumput laut memiliki kandungan karbohidrat, protein, sedikit lemak, dan abu yang sebagian besar merupakan senyawa garam natrium dan kalium. Rumput laut juga mengandung vitamin-vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, E, dan K, betakaroten, serta mineral; seperti kalium, fosfor, natrium, zat besi, dan yodium. Beberapa jenis rumput laut mengandung lebih banyak vitamin dan mineral penting, seperti kalium dan zat besi yang bila dibandingkan dengan sayuran dan buah-buahan (Anggadiredja, 2006).

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Apa itu Rumput Laut


Rumput laut termasuk beberapa jenis (species) dari alga atau ganggang, dimana alga ini dikenal sebagai ”vegetasi perintis” (tanaman perintis). Alga mengandung klorofil,  karotenoid, dan juga kromatophora (butiran-butiran zat warna), seperti hijau, biru, keemasan, dan lain sebagainya.

Alga atau phyton dalam bahasa latin mempunyai nama dan istilah Indonesia yaitu ganggang. Ganggang ini berbeda sekali dengan ganggang (Hydrilla spp). Orang sering keliru dalam penamaan serta pengenalannya, jadi berhati-hatilah dalam mengenali dan memberi nama rumput laut.

Di Indonesia sendiri, rumput laut mempunyai bermacam-macam nama, sesuai dengan daerah tempat dia ditemukan. Di pulau Jawa dikenal dengan nama kades, ganggang atau rambu kasang. Di pulau Bali disebut bulung, di pulau Lombok namanya lelusa. Sedang di kepulauan Maluku dikenal dengan nama arien.

3.2. Habitat Rumput Laut

Habitat atau tempat hidup alga adalah di air, baik itu air tawar, payau, maupun laut, selain itu dapat pula di tanah yang lembab. Umumnya dia hidup sebagai plankton (jasad renik), yang terdiri dari:
  1. Zooplankton, plankton yang dapat bergerak sendiri.          
  2. Phytoplankton, plankton yang tidak dapat bergerak sendiri, sifatnya lebih mendekati sifat tanaman.
  3. Benthos, yaitu ganggang atau alga yang hidup di dasar perairan, sedangkan yang hidupnya terapung disebut Neuston

Sebagian jenis alga lagi hidupnya menempel pada tumbuhan lain, hewan, karang yang mati, potongan karang, dan substrat keras lainnya, baik yang alami maupun buatan (artificial) yang biasa disebut periphyton.

3.3. Klasifikasi dari Rumput Laut

Alga atau ganggang dapat diklasifikasikan menjadi tujuh divisi, berdasarkan pada pigmentasi yang ada di dalam tubuh alga, yaitu :

  1. Divisi Cyanphyta (alga biru)

Tepat hidup dari alga divisi ini umumnya di tempat lembab, air tawar, dan dapat hidup mulai dari suhu 0o-75o. Beberapa genus (marganya) ada yang hidup bebas, epifit (hidup pada kulit tumbuhan), epizoik (hidup pada kulit hewan), endofit (hidup dalam jaringan tumbuhan), dan menempel pada dasar perairan, juga ada yang bersimbiosis.

Susunan tubuhnya ada yang bersel satu (uniseluler), membentuk koloni dan filamen. Alga biru dapat melakukan fotosintesis yang menghasilkan tepung sianofise dan sianofisin (sejenis protein). Hal ini dikarenakan tubuhnya mengandung klorofil ”a” dengan karotenoidnya beta (β).

  1. Divisi Chlorophyta (Alga hijau)

Divisi Chlorophyta ini dibagi menjadi dua kelas, yaitu :

1. Chlorophyceae (alga hijau)
Tempat hidupnya kelompok alga hijau ini umumnya pada tempat yang lembab, di air tawar, payau, maupun air laut, hidup bebas dan menempel, namun ada juga yang hidup secara epifit, endofit, epizoik, serta bersimbiosis.

Susunan tubuhnya ada yang bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (poliseluler), tetapi ada juga di antaranya yang membentuk kolomi dan filamen.
Alga dari divisi ini dapat melakukan proses fotosintesis yang menghasilkan amilum dan lemak. Hal ini dikarenakan tubuhnya mengandung klorofil “a” dan “b”, karotenoidnya alfa (α) dan beta (β). Perkembangbiakannya  secara sporik, namun ada juga yang gametik.

2. Charophyceae (alga karang)

Tempat hidupnya, umumnya di dasar air tawar dan melekat. Susunan tubuhnya bersel tunggal, tetapi ada juga yang bersel banyak (poliseluler).

Alga karang ini memiliki persamaan dengan alga hijau. Persamaanya terletak pada cadangan makanannya, yaitu amilum dan lemak. Perkembangbiakannya, umumnya secara vegetatip dan gametik.

3.   Divisi Euglenophyta

Lingkungan hidupnya di kolom-kolom air tawar yang banyak bahan organik. Hidupnya sering dijumpai sebagai zooplankton dan endozoik. Susunan tubuhnya bersel tunggal dan ada sebagian yang hidupnya berkelompok. Pigmentasinya antara lain klorofil “a” dan “b”, serta karotenoidnya beta (β). Perkembangbiakannya secara vegetatif saja, yaitu dengan pembelahan longitudinal.

4.   Divisi Phyrophyta (alga api)

Divisi ini hanya mempunyai satu kelas saja, yaitu Dinophyceae (alga yang gerakannya memutar) Tempat hidup alga ini umumnya di air laut, tetapi ada juga beberapa jenisnya yang hidup di air tawar. Tubuhnya umumnya bersel tunggal. Pigmentasi yang dimiliki alga dari kelas Dinophyceae ini antara lain, klorofil “a” dan “c”. Perkembangbiakannya dapat terjadi secara vegetatif, sporik, maupun gametik.
5.   Divisi Chrysophyta (alga keemasan)

Divisi Chrysophyta atau alga keemasan ini dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu sebagai berikut :

1.  Xanthophyceae

Alga ini memiliki warna dominan kekuningan. Tempat hidupnya di air tawar, laut dan juga tanah yang agak lembab, dengan sifat hidupnya ada yang melekat dan ada pula yang bebas. Susunan tubuh dari alga ini adalah sel tunggal, dan ada juga yang membentuk filamen dan tubular. Pigmentasinya antara lain, klorofil ”a” dan ”c”. Perkembangbiakannya dapat terjadi secara vegetatif, sporik, maupun gametik.

2. Chrysophyceae (alga keemasan)

Alga keemasan tempat hidupnya kebanyakan di laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar. Susunan tubuhnya umumnya bersel tunggal (uniseluler), dan ada juga yang membentuk koloni-koloni. Mengandung klorofil ”a” dan ”c”. Perkembangbiakannya umumnya secara vegetatif dan sporik.

3.  Bacillariophyceae (alga kersik, diatome)
Tempat hidup alga kersik atau diatome ini umumnya di air laut, namun ada juga sebagian yang hidup di air tawar dan tanah yang lembab. Susunan tubuhnya, umumnya bersel tunggal. Pigmentasi yang dimiliki alga dari kelas ini antara lain, klorofil ”a” dan ”c”. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dan gametik


6.   Divisi Phaeophyta (alga perang)

Lingkungan hidupnya umumnya di laut dan hanya sebagian kecil saja yang hidup di muara sungai yang berair payau. Susunan tubuhnya, umumnya bersel banyak (multiseluler) dan tubuhnya sudah dapat dibedakan antara helaian (lamina), tangkai (stipe), dan pangkal yang bentuknya menyerupai akar (haptera).

Pigmentasi yang dimiliki alga perang, antara lain, klorofil ”a” dan ”c”, sedangkan cadangan makanannya berupa Manitol (senyawa alkohol) dan Laminarin (senyawa karbohidrat). Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif, sporik, dan gametik.

7.   Divisi Rhodophyta (alga merah)

Tempat hidupnya di air laut, mulai dari tepi pantai sampai laut yang agak dalam. Untuk susunan tubuhnya, umumnya bersel banyak (multiseluler), tetapi ada juga yang bersel tunggal (misalnya Porphyridium) dan sering juga membentuk filamen (bengang). 
Pigmentasi yang dimiliki alga merah antara lain, klorofil ”a” dan “d”. Cadangan makanannya berupa tepung florida. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif, yaitu dengan fragmentasi, sporik dan gametik



3.4. Manfaat Rumput Laut

Rumput laut telah lama digunakan sebagai makanan maupun obat-obatan di negeri Jepang, Cina, Eropa maupun Amerika. Diantaranya sebagai nori, kombu, puding atau dalam bentuk hidangan lainnya seperti sop, saus dan dalam bentuk mentah sebagai sayuran. Adapun pemanfaatan rumput laut sebagai makanan karena mempunyai gizi yang cukup tinggi yang sebagian besar terletak pada karbohidrat di samping lemak dan protein yang terdapat di dalamnya.

Di samping digunakan sebagai makanan, rumput laut juga dapat digunakan sebagai penghasil alginat, agar-agar, carrageenan, fulceran, pupuk, makanan ternak dan Yodium. Beberapa hasil olahan rumput laut yang bernilai ekonomis yaitu :

a.    Alginat, digunakan pada industri farmasi sebagai emulsifier, stabilizer, suspended agent dalam pembuatan tablet, kapsul;

b.   kosmetik : sebagai pengemulsi dalam pembuatan cream, lotion, dan salep

c.    makanan : sebagai stabilizer, emulsifier, thickener, additive atau bahan tambahan dalam industri tekstil,

d.   Agar-agar, banyak digunakan pada industri/bidang : kertas, keramik, fotografi dan lain-lain ;
mikrobiological : sebagai cultur media



BAB IV

PENUTUP



4.1. Kesimpulan

  1. Rumput Laut adalah sejenis alga yang memiliki zat warna yang juga disebut klorofil dengan berbagai macam warna.
  2. Habitat hidup rumput adalah di air, yaitu air tawar, laut, payau dan ada beberapa yang hidup di tanah yang lembab.
  3. Rumput laut dapat diklasifikasikan kedalam tujuh divisi, berdasarkan pada pigmentasi yang ada di dalam tubuh rumput laut itu sendiri, yaitu Cyanophyta (alga biru), Chlorophyta (alga hijau), Euglenophyta, Pyrophyta (alga api), Chrysophyta (alga keemasan), Phaeophyta (alga perang), Rhodophyta (alga merah).
Rumput Laut dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahan dasar pembuat kosmetik, agar-agar, alginat dan juga dapat dibudidayakan


DAFTAR PUSTAKA

Anggadiredja, 2006. Manfaat Rumput Laut. Jakarta: Usaha Nasional.

Hidayat, A. 1994. Budidaya Rumput Laut. Surabaya: Usaha Nasional.



Romimohtarto, K. dan  Juwana, S. 2001. Biologi Laut. Jakarta: Djambatan.

Sutomo, 2006. Rumput Laut. Jakarta: Pita Merah.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar